Tektonik Lempeng


Teori Tektonika Lempeng adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi. Continue reading

Advertisements

Tugas buat UAS


Waktu pengumpulan : dikumpulan bersama dengan lembar jawaban UAS

Tipologi : ukuran kertas A4, 1,5 spasi, font: Arial / New Times Roman 11, maksimal 3 halaman (isi), tidak harus dijilid, jangan lupa : Nama Mahasiswa, NPM.

Isi : komentar/opini pribadi terhadap suatu peristiwa keteknikan (sipil) dipandang dari sudut pandang geologi dengan mengacu pada konsep, teori dan informasi geologi yang saudara ketahui yang dapat berasal dari buku text / jurnal dan/atau internet dan dilengkapi dengan gambar / foto / grafik / diagram / tabel dll.

Sumber :

bila berasal dari surat kabar lampirkan potongan beritanya, bila berasal dari jurnal atau texbook, lampirkan fotokopi cuplikan disertai nama penulis, nama jurnal atau textbook, tahun penerbitan, nama penerbit dan nomor halaman,

bila berasal dari internet tuliskan secara lengkap sumber website dan waktu pengaksesan

 

Bumi dalam ruang dan waktu


earth

Perkembangan dari peristiwa dan proses yang terjadi di bumi merupakan suatu sejarah. Sebagaimana ilmu sejarah yang lain, diperlukan suatu skala waktu yang dapat dipakai sebagai acuan waktu dari setiap peristiwa yang terjadi. Oleh karena sejarahnya yang panjang, maka waktu yang terlibat dalam proses atau gejala geologi di bumi disebut sebagai waktu geologi. Panjangnya setiap waktu geologi tidak diukur dalam hari, tahun atau abad, tetapi satuan waktu tersebut dinyatakan dalam jutaan tahun. Ilmu yang membahas tentang penetapan umur geologi dan urutan jaman geologi disebut sebagai Geokronologi.

Penetapan waktu geologi secara prinsip ada dua macam, yaitu penetapan waktu secara nisbi dan penetapan waktu secara absolut (dengan radioaktif). Waktu secara nisbi suatu gejala atau proses terjadi lebih tua atau lebih muda dari gejala dan proses geologi yang lain. Untuk penetapan waktu secara nisbi ini digunakan beberapa hukum stratigrafi, yaitu hukum atau prinsip Unformitarianisme, Initial horizontality, Cross-cutting relationship, Faunal Succession, dan Inklusi. Continue reading

Geologi Teknik


Pengertian Ilmu Geologi.

Ilmu geologi, seperti juga ilmu biologi, meteorologi dan astronomi merupakan bagian dari pengetahuan alam yang mempelajari sesuatu tentang benda – benda yang terdapat dalam alam raya. Upaya untuk mengetahui tentang benda – benda ini adalah dengan pertolongan pancaindera kita. Upaya lain tidaklah mungkin, sehingga apa yang kita ketahui tentang sesuatu benda, sebenarnya adalah kesan yang didapat oleh pancaindera kita. Masalah atau pertanyaan apakah sebenarnya benda itu, apakah ia sama dengan apa yang kita lihat, atau apakah ia juga berada di luar pengamatan kita, bukanlah termasuk bagian dari pengetahuan alam, akan tetapi bagian dari ilmu filsafat. Filsafat dan pengetahuan alam mulai berkembang, pada waktu itu manusia pertama – tama mulai merubah pikirannya dari nenek moyangnya yang masih liar. Dengan segera manusia mengetahui bahwa hidupnya di dunia ini sewaktu – waktu diancam oleh bencana alam, seperti gempa bumi, ledakan gunung api, topan dan sebagainya, dan untuk meringankan akibat – akibat dari proses – proses alam ini, ia harus mencoba mengisi kekurangan – kekurangan pengertiannya terhadap alam. Continue reading