Sistem Bilangan


Minggu kedua kita dapet pelajaran Sistem Bilangan. Yang dulu waktu SMK udah pernah tahu, sebagian🙂.

OK. Disini kita dikenalkan dengan bilangan :

  • Biner yang mempunyai basis 2 yaitu 0 dan 1.

Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Kita bisa mengkonversikannya ke sistem bilangan Octal dan Hexadesimal. Tapi kemarin kita cuma diajari mengkonversikan ke Desimal.

Yah, daripada gak tau sama sekali, waktu onlen FB aku sempetin tanya ke BCL(tapi bukan bungacitralestari :-D). Akhirnya ngerti.🙂

Seperti apa sih macamnya bilangan Biner itu ? Aku kasih contoh ya, bilangan Biner itu seperti 11110002 11012 , dan lain-lain.

KIta coba merubah bilangan desimal ke bilangan biner.

Contoh : Ubahlah ke bilangan biner -> 7710

Caranya dengan membagi bilangan desimal dengan 2.

Lalu sebagai hasil, yang kita tulis adalah sisa dari setiap pembagian yang kita tulis disebelah kanan tadi. Pada gambar ditulis pake warna merah, menunjukkan hasil. Kita tulis dimulai dari paling bawah.

Sehingga untuk hasil adalah, 10011012 . Dengan angka 2 kecil dibawah angka 1 menunjukkan basis biner yaitu 2.

  • Octal yang mempunyai basic 8 yaitu o, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Ini juga bisa kita konversikan ke tiap-tiap sistem bilangan. Tapi untuk saat ini yang aku postingkan hanya ke konversi ke sistem desimal dulu😛 .

Untuk contoh macam bilangan octal adalah : 368, 1218, …

Contoh : Ubahlah ke bilangan octal –818

Maka hasilnya adalah 1212.

  • Hexadesimal yang mempunyai basic 16 yaitu o, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,  A, B, C, D, E, F

Kita coba konversikan ke desimal, dan sebaliknya, yaitu dari desimal ke hexadesimal. Kalau kita konversikan ke desimal, maka tiap digit akan kita kalikan dengan angka 16n. Dan kalau untuk mengkonversikan ke sistem desimal, kita bagi dengan 16.

Contoh : Ubahlah ke bilangan hexadesimal –> 234

234 jika dibagi 16 hasilnya adalah 14. Namun pada tabel angka 14 = E. Maka kita tulis 14 untuk hasil dan A untuk sisa. Pada tabel, huruf A = 10.

  • Desimal yang mempunyai basis 10 yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

Diatas kita telah mengubah bilangan hexadesimal, biner, dan oktal menjadi bilangan desimal. Lalu kita coba dari bilangan desimal menuju 3 macam bilangan tadi.

Cara mengkonversikan bilangan Biner ke bilangan desimal yaitu mengalikan tiap digit dengan bilangan 2 berpangkat.

Contoh : Ubahlah ke bilangan desimal -> 11012

Kita mulai kalikan dengan 2 berpangkat 0 sampai n, atau tak hingga, tergantung sampai mana digit berhenti. Selalu dimulai dari yang paling kanan.

(1.23)+(1.22)+(0.21)+(1.20)

= 8+4+0+1

= 13

Jadi, bilangan desimal untuk 11012 adalah 1310 . Dengan angka 10 dibawah 13 adalah basis dari bilangan desimal.

Contoh : Ubahlah ke bilangan desimal -> 1218

Kalo biner kan setiap digitnya dikali dengan angka 2 berpangkat. Untuk Octal, karena basisnya 8, kita kalikan dengan 80. dimuali dari digit yang kanan, lalu berurutan kekiri.

(1.82)+(2.81)+(1.80)

= 64 + 16 + 1

= 81

Hasilnya adalah 818.

Contoh : Ubahlah ke bilangan desimal -> C 4


Karena pada tabel diatas, huruf C mempunyai nilai 12, maka kita tulis 12 pada hitungan konversi ke desimal ini. Tapi penulisan tidak digabung dengan angka 4. Harus dipisah.

Lalu kita kalikan dengan angka 16 berpangkat dimulai dari digit paling kanan.

12 4

= (12.161)+(4.160)

= 192+4

= 19610

Dengan ini, kita telah bisa mengkonversikan dari biner, octal, dan hexadesimal ke desimal. Dan sebaliknya.

Untuk cara mengkonversikan antar tiap bilangan, misal octal ke biner atau hexa ke biner, tunggu postingan selanjutnya.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: