Penjumlahan Gaya


Penjumlahan Gaya

Penjumlahan gaya bisa dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan cara Analitis dan Grafis.

1. Analitis



Menjumlahkan 2 titik gaya dengan satu titik tangkap


Dari situ udah tau berapa nilai gaya yang ada di koordinat x dan y. Dan kita bisa hitung Resultante gayanya.

 

 

 

 

 

Menjumlahkan 2 titik gaya dengan beda titik tangkap


 

 

 

 

Cara mengerjakannya sama dengan yang sebelumnya. Karena semua gaya miring, jadi kita uraikan satu persatu. Kadang ada soal yang dua gaya atau lebih yang terdiri dari gaya yang miring ataupun lurus. Kalau lurus pastinya lebih mudah mengerjakannya karena tidak perlu diuraikan dan langsung sejajar dengan koordinatnya(x;y). Ini penguraiannya dan hitungannya :

 

Untuk saat ini, perhitungan dengan cara Analitis selesai. Jika ada soal menjumlahkan sampai 3 titik gaya atau lebih dengan beda titik, mudah-mudahan sudah bisa jika untuk menguraikannya. ^_^

 

 

2. Grafis

Cara Grafis berarti kita menggunakan gambar untuk menghitung Resultante gaya.Untuk cara Grafis, kita disini menggunakan skala. Kita pakai skala 1cm : 1ton. Maksudnya, setiap 1cm digambar, berarti mempunyai gaya sebesar 1ton.

 

 

Satu titik dengan dua gaya


  • Buat skala gambar dulu. Karena 1cm = 1ton. Maka, Untuk K1 yang mempunyai gaya sebesar 2ton, digambar dengan panjang sebesar 2cm. Untuk K2, gaya 4ton, berarti akan digambar dengan panjang 4cm.
  • Untuk mengerjakannya, kita tentukan gaya mana yang akan digeser. Kita ambil contoh gaya K1 yang akan digeser.
  • Jadi cara mengerjakannya, kita dianjurkan menggunakan penggaris segitiga siku dua macam dan busur. Pake penggaris 30cm juga tak apa, asalkan ada penggaris segitiganya. Hanya untuk memastikan tegak lurus atau tidak.
  • Kita geser gaya K1 yang ada di titik tangkap K2 menuju ke titik ujung K2. Jika pada titik tangkap K2 membentuk sudut 30 derajat, maka penggeseran gaya K1 menuju titik ujung K2 juga harus sama. Sudut dan panjang gayanya.
  • Kita sebut gaya yang sudah digeser dengan K1′.
  • Setelah itu, kita geser gaya yang satunya, K2.
  • Caranya sama. Kita geser gaya K2 yang semula berada di titik tangkap gaya K1, menuju ke titik ujung K1. Jangan lupa juga, harus sama. Panjang gaya K2 sebelum digeser harus sama dengan setelah digeser.
  • Kita sebut gaya yang sudah digeser dengan K2′.
  • Dari sini, kita menghitung Resultante gayanya tidak perlu dengan hitungan rumus. Cukup kita ukur panjang dari titik pangkal gaya menuju ke titik ujung pertemuan gaya baru yang sudah digeser.

 

(tunggu update-an nya ya ^_^)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: